Main menu:
SUCCESS ARTICLES
Dikutip dari buku SANG MOTIVATORKarya Johanes Lim, PH.D, CPC, CHtBAIK SAJA TIDAK CUKUPSeorang pria mencurahkan isi hatinya kepada saya, dikatakan:Saya frustrasi, istri saya sering sekali meledak emosinya dan mengatakan hal yang menyinggung perasaan saya, bernada menghina; bahkan sepertinya dia kecewa telah memilih saya menjadi suaminya; padahal kami sungguh sangat saling menyintai. Saya telah berusaha dengan sepenuh hati dan sepenuh tenaga untuk membahagiakannya. Agar dia tidak lelah, saya membantunya mengurus pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring, mengepel, memasak, mencuci baju, mengantar anak kesekolah, dan sebagainya.Saya bertanya kepada pria itu:Mengapa Anda melakukan urusan seperti itu? Lantas, apa yang dilakukan istri Anda?Dan pria itu menjawab sambil mendesahkan nafas panjang:Hhh… istri saya sering sakit, fisiknya lemah, kata dokter karena stress. Kami tidak mempunyai pembantu rumah tangga, karena penghasilan saya tidak menentu, takut tambah memberatkan keuanganSaya menganggguk-anggukan kepala, telah mengerti duduk persoalannya, sehingga bisa memberikan pernyataan:Saya ikut prihatin. Saya yakin bahwa istri Anda masih menyintai Anda, dan sesungguhnya tidak berniat untuk menghina Anda.Saya juga yakin bahwa istri dan anak Anda juga senang dan menghargai cinta kasih, perawatan, pelayanan, dan jerih payah Anda….Saya melihat pria itu mengangguk-anggukan kepalanya, nampak terhibur; dan saya melanjutkan:Tapi sayang…. semua perbuatan baik Anda itu…. TIDAK MEMADAI.Pria itu terhenyak, matanya agak membelalak, dan langsung menyela:Ouw? Apakah setelah saya melakukan semua itu, segala pekerjaan yang seyogianya bukan urusan pria dan suami, namun yang saya lakukan untuknya, itu dinamakan tidak memadai??! Apakah sebagai suami, ayah dan pria, saya ini kurang baik? Berapa banyak pria yang bersedia berprilaku seperti saya??Saya tersenyum, dan berkata:Jangan emosi, dengarkan dulu penjelasan saya.Saya tidak mengatakan bahwa perbuatan Anda tidak baik, bukan!Anda sudah cukup baik, bahkan boleh dikategorikan sangat baik!Namun yang saya maksudkan ialah, bahwa sebagai pria, sebagai suami, dan sebagai ayah…FITRAH dan TUGAS Anda bukanlah melakukan segala pekerjaan “tetek bengek” seperti itu; melainkan untuk memberikan RASA AMAN.Istri Anda bisa lemah tubuhnya akibat stress, karena setiap hari khawatir tentang keadaan keuangan. Bahkan Anda mengatakan bahwa istri Anda sering berharap “tidur selamanya, tidak perlu bangun lagi”, karena dia takut menghadapi kenyataan hidup yang menyesakkan hati.Istri Anda merasa hidupnya tiak berpengharapan, bahkan diselimuti ketakutan, seperti berjalan dilorong gelap yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir…dan Anda, apa yang Anda lakukan? MELAKUKAN PEKERJAAN RUMAH TANGGA YANG TIDAK MENGHASILKAN UANG!Anda merasa hal itu adalah pekerjaan baik, namun bagi istri Anda, itu adalah perbuatan mubazir, bahkan rendah! Anda ini PRIA!Untuk apa waktu dan tenaga Anda dihabiskan untuk melakukan urusan “tetek bengek” itu?Hanya dengan uang kurang dari sejuta Rupiah perbulan, Anda sudah bisa menggaji pembantu untuk melakukannya!Tugas utama Anda selaku pria, suami dan ayah adalah: BERIKANLAH KESEJAHTERAAN FINANSIAL DAN PERASAAN AMAN BAGI KELUARGA ANDA!!Kalau perut kenyang, hati senang, masa depan aman, istri dan anak Anda akan merasa sehat bahagia; juga bangga, kagum, dan menghormati Anda!Pria itu mencoba mengelak:Apakah wanita memang harus materialistis seperti itu? Apakah uang dan kekayaan lebih penting dari kehangatan cinta dan perhatian yang tulus?Saya menghela nafas, merasa prihatin:Jangan salah paham saudaraku. Cinta itu penting. Perhatian juga penting. Namun PERASAAN AMAN karena kesejahteraan finansial, LEBIH PENTING!Bayangkan, bagaimana mungkin istri Anda bisa senang, apalagi bangga, melihat suaminya, pria yang dulu dicintai dan dikaguminya, setiap hari bergelut dengan urusan remeh temeh pekerjaan rumah tangga? Mengapa pria nya itu hanya bisa berfungsi sebatas pembantu rumah tangga?Bagaimana istri Anda bisa merasa bahagia, jika setiap hari dirungsingkan dengan urusan kekurangan uang?Apakah makanan, tagihan listrik, biaya sekolah anak, dan berbagai biaya lainnya, bisa dibayar hanya dengan cinta dan kehangatan Anda?Bagaimana mungkin anak Anda bisa senang bersekolah jika setiap hari merasa malu karena ditagih uang sekolah yang belum juga dibayar?Bagaimana mungkin anak Anda bisa bangga kalau teman temannya diantar dengan mobil, minimum dengan motor, padahal Anda mengantarnya kesekolah dengan sepeda?Pria itu mulai menangis:Hu hu hu….jadi…. apa yang harus saya perbuat?Saya menjawab cepat:Bekerjalah, dan carilah uang yang cukupDia menjawab, juga cepat:Tapi saya sudah berusaha. Saya sudah bekerja, bahkan sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa; hanya saja hasilnya terlalu sedikit.Dan saya berkata cukup tegas:Selama hasil kerja Anda masih kurang dari target, artinya Anda belum bekerja cukup baik. Belum berjuang cukup keras. Belum melakukan sebagaimana yang diperlukan.Saran saya, bekerjalah dan berjuanglah sekeras-kerasnya, sehebat hebatnya, bahkan sampai “gila-gilaan”; sampai semua kebutuhan finansial keluarga Anda tercukupi, bahkan sampai berlebih..Pria itu menyela (lebih tepatnya mencoba berkelit):Tapi, kalau waktu saya habis untuk bekerja dan mencari uang, bagaimana dengan keharmonisan keluarga?Saya tertawa:Ha ha ha…., sudahlah saudaraku, mari kita bereskan urusan satu demi satu, berdasarkan prioritas. Kita mulai dari apa yang ada didepan mata.Persoalan Anda sekarang adalah kekurangan uang, kemiskinan.Solusinya adalah bekerja dan mendapatkan cukup uang.Kalau nanti timbul persoalan baru karena Anda kebanyakan uang namun kekurangan waktu, barulah kita pikirkan solusinya nanti.Lagipula, ketika istri dan anak Anda “peace of mind”, hati senang perut kenyang masa depan cemerlang, mereka akan banyak toleransi dan kurang menuntut Anda.Percayalah, ketika Anda telah bisa menjadi pria, suami dan ayah yang BERTANGGUNG-JAWAB, dengan cara memberikan perasaan aman, dan kesejahteraan kepada keluarga, maka…tidak akan istri Anda akan tega berkata kasar, apalagi menghina Anda!Menurut saya, lebih baik sedikit waktu berkumpul tapi berkualitas; daripada “mangan ora mangan sing penting ngumpul!”Sebab, jika “ora mangan”, maka kemungkinan besar dan logisnya adalah “ora ngumpul!”Saya peringatkan, jangan coba-coba mencari alasan untuk menunda tindakan. Saya beritahu bahwa jika Anda tidak segera “bertobat” dan kembali kefitrahnya menjadi pria sejati, YANG LEBIH BURUK AKAN SEGERA DATANG, Anda bisa kehilangan keluarga Anda!Pria itu nampak sedih, matanya berkaca-kacaApakah benar bahwa jerih payah dan pengorbanan saya selama ini tidak berharga sama sekali? Apakah saya belum cukup baik menjadi suami dan ayah?Saya menepuk pundaknya berkali-kali, dengan lembut, dan dengan emphati:Bukan tidak berharga, melainkan TIDAK MEMADAI.Dan bukan tidak baik, melainkan KURANG BERGUNA.Baik itu perlu, tapi berguna itu harus!Kembalilah ke fitrah Anda sebagai pria, suami, dan ayah. Jadilah PROTECTOR, pemberi perasaan aman, kecukupan lahir batin, dan pengharapan akan masa depan yang gemilangPria itu tetap terdiam, termenung dengan mata berkaca-kaca. Saya tidak tahu apakah dia mengerti apa yang saya katakan, dan apakah dia setuju untuk kembali kefitrahnya, MENJADI PRIA SEJATI…..?!
RADICAL RESULTS IMPROVEMENT | ABOUT JOHANES LIM | SUCCESS ARTICLES | Site Map
Sub-Menu: