WELCOME TO PBI


Go to content

Menjadi Business Doctor

SUCCESS ARTICLES

Dikutip dari buku “BUSINESS DOCTOR”, karya Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHT

“Success is not a matter of chance, but a matter of choice”
(Johanes Lim)



Sesuai judulnya, buku ini memang saya buat untuk membantu –minimal menginspirasikan- Anda, agar bisa menjadi Business Doctor; apakah untuk memperbaiki kinerja perusahaan Anda yang memburuk, merubah kerugian menjadi profit, atau meningkatkan profitabilitas dan pertumbuhan bisnis Anda.
Apapun kebutuhan Anda –selama berkenaan dengan kekayaan atau profit bisnis-, akan terpenuhi dalam buku ini.
Menurut pengalaman saya, meningkatkan profit bisnis itu jauh lebih mudah, dibandingkan dengan meningkatkan
profitable sales (peningkatan penjualan yang disertai peningkatan profit; jadi bukan sekedar menggenjot anggaran dan program A&P untuk meningkatkan sales), karena profit determinants jauh lebih banyak dibandingkan dengan sales determinants.

Teorinya, jika kita dapat meningkatkan sales dengan persentase kenaikan biaya yang lebih kecil, maka profit akan naik. Atau, jika kita bisa mengurangi biaya yang non-strategik, tanpa mengurangi omzet penjualan, maka profit juga akan naik. Atau, jika kita bisa meningkatkan produktivitas disetiap investasi (mesin, peralatan, karyawan, proses kerja), maka profit akan naik.
Apalagi jika kita bisa, secara bersamaan, meningkatkan sales, mengurangi pengeluaran biaya yang tidak perlu (pemborosan dan atau
financial fraud), serta mengoptimalkan produktivitas disetiap investasi, maka bisa dipastikan bahwa profit bisnis akan naik secara luar biasa.

Pertanyaannya: Apakah hal seperti itu mungkin?
Jika mungkin, mengapakah banyak pebisnis yang tidak melakukannya sejak dahulu, agar bisnisnya kompetitif, mampu laba dan mampu tumbuh secara progresif?
Jawaban saya ialah,
“Sangat mungkin, bahkan relatif mudah!”
Adapun jika selama ini banyak pebisnis yang tidak melakukannya, kemungkinan disebabkan karena 3 hal:
Karena dianggap pekerjaan mustahil, maka mereka tidak berani memikirkannya, sehingga tidak mencobanya.
Mereka percaya mungkin, namun merasa tidak sanggup melakukannya sendiri secara besar-besaran, serta tidak percaya bahwa ada orang lain yang bisa membantunya, maka mereka menunda untuk bertindak; apa yang bisa mereka lakukan adalah hal yang umum, yakni melakukan penghematan biaya, menunda investasi, dan sejenisnya; mereka bisa survive, namun tidak mampu tumbuh, dan tidak mampu saing
Mereka merasa bahwa bisnisnya oke-oke saja. Sekalipun kinerjanya stagnan, atau bahkan terus memburuk, mereka berusaha membenarkan diri dengan mengatakan bahwa, pebisnis lain juga mengalami hal yang sama; sehingga mereka tidak melakukan tindakan perbaikan radikal

Jika Anda percaya kepada saya, bahwa melakukan
multi-strategy yang comprehensive-integrated, adalah pekerjaan yang relatif mudah, maka saya bisa membantu menunjukkan caranya.
Dalam buku ini, Anda akan menemukan cara-cara Meritokratis untuk meningkatkan sales, meningkatkan produktivitas karyawan, mengoptimalkan utilisasi disetiap investasi, dan menghemat pengeluaran biaya yang tidak memberikan
return yang adekuat; sehingga bisnis Anda bisa beroperasi dengan biaya rendah, efektif, efisien, kompetitif, mampu laba dan mampu tumbuh, dalam segala situasi dan kondisi.
Jika Anda mempunyai otoritas
“to make anything happens”, maka sangat mudah bagi Anda untuk menerapkan apa yang Anda pelajari dalam buku ini.
Namun jika Anda adalah orang yang memerlukan otorisasi dari pimpinan perusahaan sebelum bisa mengaplikasikan makalah BUSINESS DOCTOR ini, saran saya ialah, usahakanlah agar
Decision Maker itu membaca buku ini juga, mengapa?
Agar Anda dan ia/mereka mempunyai persamaan persepsi, motivasi dan kompetensi, untuk menjadi Business Doctor.
Sebab jika tidak, maka agak sukar bagi Anda untuk mewujudkannya secara utuh dan terpadu, karena terkendala sikap mental pimpinan yang seringkali tidak kondusif terhadap perbaikan/peningkatan kinerja yang cepat.

Saya tidak sedang berteori, atau sentimen terhadap perkara ini, namun pengalaman profesi saya selama lebih dari 16 tahun menjadi pelatih konsultatif diberbagai skala dan jenis industri, serta 9 tahun sebagai karyawan dari level bawah sampai teratas, saya menemukan bahwa peranan Top Management terhadap kinerja bisnis adalah sangat dominan.
Jika pimpinan bisnis berprilaku open-minded, progresif, dan Meritokratis, maka kinerja bisnis dan karyawannya pasti sangat bagus. Sebaliknya, jika pimpinan berprilaku narrow-minded, tidak Meritokratis, apalagi negatif, pastilah kinerja bisnis dan karyawannya marginal, atau buruk!
Jika Top Management committed untuk melakukan apa saja –apakah TQM, ISO, Profit Boosting Program, dll-, maka saya berani menggaransi bahwa apapun yang diprogramkan itu pasti sukses membuahkan hasil! Mengapa?
Karena, sebagai pimpinan bisnis, jika ia/mereka
committed, maka ia berani mengalokasikan sumber daya –waktu, uang, partisipasi, proses, resiko, dll- secara all-out. Dan jika pimpinan bertindak, maka sudah bisa dipastikan bahwa karyawan pastilah juga bertindak. Sebab jika tidak, maka karyawan beresiko mendapat teguran, dan atau pemecatan.
Sehingga, dengan demikian, karena segenap team didalam perusahaan bersatu hati, bahu membahu bekerja keras untuk bertindak, maka tujuan dan program perusahaan pasti tercapai.

Sebaliknya, jika Top Management tidak
committed, apalagi jika tidak menghendaki adanya suatu program perbaikan kinerja dilaksanakan, maka nyaris mustahil untuk bisa diterapkan sampai berhasil. Mengapa?
Karena, ia tidak akan mendukungnya secara
all-out dengan segenap sumber daya dan partisipasi aktifnya, sehingga karyawan tidak mempunyai cukup energi dan motivasi untuk bergerak secara maksimal; bahkan lebih buruk lagi, jika karena kekurang pahaman pemimpin terhadap pentingnya Profit Boosting Program, bisa saja ia malahan menjadi penghambat

Jika ada orang yang sinis dengan jawaban saya diatas, dan mengatakan bahwa adalah aneh dan terkesan sentimen, jika ada pemimpin bisnis yang tidak menghendaki kinerja bisnisnya diperbaiki!
Saya sedang memberitahukan realita, bahwa sekalipun aneh, tapi hal itu nyata!
Jika Anda memang praktisi bisnis, pasti Anda sering menjumpai bahwa cukup banyak pemimpin yang tidak percaya kepada ide atau program perbaikan kinerja yang diusulkan bawahannya, karena merasa dirinya yang paling hebat, sehingga ia tidak memerlukan masukan dari siapapun; dan atau jika ia percaya, tapi tidak mau ikut terlibat aktif didalamnya, karena merasa ia tidak termasuk
‘a part of the problem’, padahal dalam banyak kasus, kausa prima persoalan adalah dari jajaran manajemen.
Akibat ketidak seriusan atau kurangnya dukungan pemimpin, maka karyawan pun melakukannya setengah hati, atau mudah menyerah jika menghadapi kesulitan, sehingga hasilnya marginal.


Nah, pada saat itulah pemimpin akan menilai dan mengomentari bahwa sejak semula ia sudah menduga bahwa hal seperti inilah yang akan terjadi. Itulah sebabnya sejak awal ia tidak mau terlibat lebih jauh.
Suatu logika yang salah kaprah!
Menurut hemat saya, justru karena tidak didukung sepenuh hati oleh pemimpin, maka hasil akhirnya marginal; karena karyawan tentu berpikir,
“Boss saya saja kurang perduli terhadap Profit Boosting Program ini, mengapa saya harus repot?”
Jadi saudaraku, perbaikan kinerja bisnis itu SELALU HARUS dimulai dari atas kebawah. Sama seperti untuk memperbaiki karakter manusia, harus dimulai dari
‘the inner-man’ baru ke ‘outer-man’.
Singkat kata, seperti yang saya tulis dalam sub-topik Leadership bahwa,
“Leader determines company’s destiny!”, bahwa baik buruknya kinerja suatu bisnis, ditentukan oleh kualitas dan prilaku pemimpinnya.

Saya berharap bahwa melalui buku ini, Anda dan team perusahaan bisa menjadi
Profit Booster untuk meningkatkan profit & growth bisnis Anda sendiri.
Setelah bisnis Anda mampu laba, maka secara otomatis ia juga akan mampu tumbuh, baik melalui ekspansi internal, maupun melalui akuisisi.
Manfaat lain dengan memiliki bisnis yang profitable adalah memudahkannya mencari pendanaan untuk pertumbuhan. Dan atau, jika Anda ingin menjualnya –dengan satu dan lain alasan-, bisa dilakukan dengan mudah dan menguntungkan; karena investor akan melihatnya sebagai bisnis yang prospektif dan menguntungkan.
Sebaliknya, jika kinerja bisnis Anda marginal –apalagi buruk-, maka akan sangat sulit untuk mencari dana untuk ekspansi. Dan jika dijual, akan memakan waktu lama, serta berharga murah.

Dalam BUSINESS DOCTOR ini, saya berusaha menjabarkan
penerapan (bukan teori) Manajemen Meritokratis (manajemen yang berazaskan dan mengacu hanya pada manfaat, produktivitas, hasil, prestasi) secara praktis dan mudah cerna, agar Anda dapat segera menerapkannya dalam operasional bisnis sehari-hari, dan segera menuai hasilnya: bisnis Anda lebih mampu laba dan mampu tumbuh dengan cepat!


RADICAL RESULTS IMPROVEMENT | ABOUT JOHANES LIM | SUCCESS ARTICLES | Site Map


Back to content | Back to main menu